PRINSIF PRINSIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB

Firdaus Firdaus

Sari


Teaching Objectives Learning mother tongue (innate language) is a living goal, namely as a communication tool to achieve something desired in her life, therefore the motivation for learning is very high. Meanwhile learning foreign languages, such as Arabic (for non-Arabs), generally has a purpose as a means of communication and science (culture). But foreign languages are not used as the language of everyday life, therefore motivation to learn Arabic is lower than mother tongue. Thus the teaching of Arabic (foreign) must be based on five principles, namely the priority principle in the process of presentation, the principle of correction and feedback, the principle of gradation, the principle of appreciation, as well as correlation and content, the method of teaching Arabic can be classified into two types: first, traditional/classical methods, namely teaching that focuses on language as a culture of science. and both modern methods, namely language-oriented teaching as a means of communication in modern life. To achieve this goal must go through an effective learning approach which includes four approaches, namely a humanistic, communicative, contextual and structural approach.

Tujuan Pengajaran belajar bahasa ibu (bahasa bawaan) merupakan tujuan yang hidup, yaitu sebagai alat komunikasi untuk mencapai sesuatu yang diinginkan dalam hidupnya, oleh karena itu motivasi untuk belajarnya sangat tinggi. Sementara itu belajar bahasa asing, seperti bahasa Arab (bagi non Arab), pada umunya mempunyai tujuan sebagai alat komunikasi dan ilmu pengetahuan (kebudayaan). Namun bahasa asing tidak dijadikan sebagai bahasa hidup sehari-hari, oleh karena itu motivasi belajar Bahasa Arab lebih rendah daripada bahasa ibu. Dengan demikian pengajaran Bahasa Arab (asing) harus didasari pada lima perinsip yaitu prinsip prioritas dalam proses penyajian, prinsip koreksitas dan umpan balik, prinsip bertahap, prinsip penghayatan, serta korelasi dan isi, metode pengajaran bahasa Arab dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu: pertama, metode tradisional/klasikal,  yaitu pengajaran yang berfokus pada bahasa sebagai budaya ilmu.   dan kedua  metode modern, yaitu pengajaran yang bertujuan bahasa sebagai alat komunikasi dalam hidup moderen. Untuk mencapai tujuan tersebut harus lewat pendekatan pembelajaran efektif yng mencakup empat pendekatan, yaitu pendekatan humanistik, komuni-katif, kontekstual, dan struktural.


Teks Lengkap:

Tidak berjudul

Referensi


Abdurrahman al-Qadir Ahmad, Thuruqu Ta’alim al-Lughah al-‘Arabiyah, Maktabah al-Nahdah, al-Mishriyah, Kairo; 1979.

Ahmad al-Sya’alabi, Tarikh al-Tarbiyah al Islamiyah, Cet. 11, Kaira: tnp., 1961.

Ahmad Syalaby, Ta’lim al-Lughah al ‘Arabiyah lighairi al-‘Arab, Maktabah al-Nahdhah al-Mishriyah, Kairo; 1983.

Anis Farihah, Nazhriyaat Hal Lughah, Dar al-Kitab al-Ubnany, Beirut, dar al Kitab al Ubnany, 1973.

Ibrahim Muhammad ‘Atha, Thuruqu Tadris al Lughah al ‘Arabiyah Wa al Tarbiyah al Diniyah, Maktabah al Nahdhah al Mishriyah, Kairo 1996 M/ 1416 H.

Jassem Ali Jassem, Thuruqu Ta’lim al Lughah al ‘arabiyah Li al Ajanib, Kuala Lumpur: A.S Noorden, 1996.

Kamal Ibrahim Badri dan Mahmud Nuruddin, Nadzkarah Asas al Ta’lim al Lughah al Ajnubiyah, LIPIA, Jakarta, 1406 H

Muhammad Jawwad Ridla, Tiga Aliran Utama Teori Pendidikan Islam (perspektif sosiologi-filosofis). P.T Tiara Wacana, Yogyakarta: 2002.

Munir, Nizhamu Ta’lim al Lughah al ‘Arabiyah fi al Ma’had al Islamiyah, Darul Huda, Skripsi, 1996.

Munir M.Ag., Pengajaran Bahasa Arab Sebagai Bahasa Asing, yang terkum-pul dalam buku yang berjudul Rekonstruksi dan Modernisasi Lem-baga Pendidikan Islam. Global Pustaka Utama, Yogyakarta: 2005.

……………, dkk, Rekonstruksi dan Moder-nisasi Pendidikan Islam, Global Pustaka Utama, Yogyakarta, 2005.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.