TES KEMAMPUAN GRAMATIKA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Henni Sukmawati

Sari


Grammar evaluation focuses on grammatical competence, namely mastery of linguistic code, ability to remember vocabulary, morphology, syntax, and phonological characteristics of a language and manipulate these characteristics to form words and form sentences. In choosing the grammar test, four things need to be considered, namely (1) level and type of school, (2) curriculum and grammar test book, (3) test objectives (4) language status taught. The form of grammar tests, namely subjective tests and objective tests, namely subjective tests and objective tests. Grammar tests aim to determine the level of students' initial abilities, diagnose student learning difficulties, know the development of students' abilities, know the development of students' abilities, encourage teachers to carry out learning activities better, know the results of learning, encourage students to learn, and know the achievement of the curriculum. In the implementation the teacher uses the form of tests that are subjective tests which can be in the form of bounded description tests and free descriptions that refer to cognitive levels including multiple choice forms, forms of memory errors, forms of rearrangement, forms of completing, transformation, changing words, broken sentences, matchmaking, matching, merging and additions. This test requires students to be able to connect facts and concepts, organize them in logical coherence and then pour the results of their thoughts into written expressions. Objective tests are tests that demand or require students to only give short answers, even just by choosing a specific code that represents an alternative answer that has been prepared.

Evaluasi gramatika menitikberatkan pada kompetensi gramatika, yakni penguasaan kode linguistik, kemampuan untuk mengingat kosa kata, morfologi, sintaksis, dan ciri-ciri fonologi suatu bahasa dan memanipulasi ciri-ciri tersebut untuk membentuk kata dan membentuk kalimat. Dalam pemilihan tes gramatika perlu dipertimbangkan empat hal, yaitu (1) tingkat dan jenis sekolah, (2) kurikulum dan buku tes gramatika, (3) tujuan tes (4) status bahasa yang diajarkan. Bentuk tes gramatika, yakni tes subjektif dan tes objektif, yakni tes subjektif dan tes objektif. Tes gramatika bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan awal siswa, mendiagnosis kesulitan belajar siswa, mengetahui perkembangan kemampuan siswa, mengetahui perkembangan kemampuan siswa, mendorong guru melaksanakan kegiatan pembelajaran secara lebih baik, mengetahui hasil pembelajaran, mendorong siswa belajar, dan mengetahui pencapaian kurikulum. Dalam pelaksanaannya guru menggunakan bentuk tes yakni tes subjektif  yang dapat berupa tes uraian terikat dan uraian bebas yang mengacu kepada tingkat kognitif meliputi bentuk pilihan ganda, bentuk kesalahan ingatan, bentuk penyusunan kembali, bentuk melengkapi, transformasi, mengubah kata, kalimat pecah, menjodohkan, penggabungan dan penambahan. Tes ini menuntut pebelajar untuk dapat menghubungkan fakta dan konsep, mengorganisasikannya dalam koherensi yang logis kemudian menuangkan hasil pemikirannya itu ke dalam bentuk ekspresi tulis. Tes objektif yaitu tes yang menuntut atau menghendaki pebelajar hanya memberikan jawaban singkat, bahkan hanya dengan memilih kode tertentu yang mewakili alternative jawaban yang telah disiapkan.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Depdiknas. Pola Induk Sistem Pengujian Hasil Kegiatan Pembelajaran Berbasis Kemampuan Dasar Sekolah Menengah Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Direktorat Dikmenum. 2002.

Burhan, Nurgiantoro, Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta: BPEE. 2001

Chaer, Abdul. Gramatika Bahasa Indo-nesia, Jakarta: Rineka Cipta.1993

Heaton,J,B. Writing English Language Test. Newyork: Longman.1991.

Jurnal “Vokal”. Telaah Bahasa dan Sastra, Malang: FPBS IKIP. Malang.1994

Kridalaksana, Harimurti. Pembentukan kata dalam Bahasa Indonesia, edisi kedua, Jakarta: Gramedia Pustaka. 1996.

Leech,Geoffrey. Prinsip-prinsip Pragmatik, Jakarta: Universitas Indonesia.1993.

Levinson, Stephen C. Pragmatics Cambridge, Newyork: Universitty press.1983

Madsen, Harold,Techniques in testing, New York: Oxford University press. 1983

Medan, Tamsin, Ontologi Kebahasaan, Padang: Angkasa Raya Padang.1988

Pringgowidagdo, Suwarna, Strategis Penguasaan Berbahasa, Jakarta: Adi Cita, 2002.

Ramlan,M. Morfologi (Suatu Tinjauan Deskriptif), Yogyakarta: cv Karyono.1987

Ramlan,M. Ilmu Bahasa Indonesia Sintak-sis, Cetakan kedelapan,Yogyakarta: CV Karyono. 2001.

Savigon,Sandra. Communicative Compe-tence: Theory and Classroom Practice. London: Addison-Wesley Publishing Company.1983.

Tampubolon, DP. Kemampuan Membaca Tekhnik Membaca Efektif dan Efesien.

Subyakto Nababan, Sri Utami. Metodologi Pengajaran Bahasa. Jakarta: Gra-media Pustaka. 1993


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.