QIRAAT AL-QUR’AN DAN PROBLEMATIKANYA

Dr. Zainuddin Hamkah

Sari


Reading the Qur'an (Qiraat al-Qur'an) with seven dialects is intended to provide convenience and flexibility for readers. It's just that there are differences in the interpretation of scholars about the meaning of the Prophet's hadith which means "Al-Qur'an is revealed by seven dialects. : First there are scholars who interpret "عَلَىْ سَبْعَة اَحْرُف" are seven dialects of Arabic that have the same meaning even though the dialect is different. Second, there are also scholars who interpret "عَلَىْ سَبْعَة اَحْرُف" are seven dialects of Arabic. Then the Qur'an comes down to the interests of the seven languages. Third, there are also scholars who interpret "عَلَىْ سَبْعَة اَحْرُف" are seven problems, namely orders, prohibitions, halal, haram, makruh, mutasyabih and amtsal. Fourth, there are also those who interpret "عَلَىْ سَبْعَة اَحْرُف" seven languages that are in the Qur'an, but they are not Arabic but their meanings and meanings are compatible with Arabic, namely Habsyi, Paris, Rum, Hindiah, Suryaniah, Hebrew and Qibti. Fifth, there are also scholars who interpret "عَلَىْ سَبْعَة اَحْرُف" seven types of lafaz whose meaning is the same example: هَلُمَ, وَأَقْبَلَ, وَتَعَالَ, وَعَجلْ, وَأَسْرعْ, وَقَصْدىْ, وَنَحْوىْ. Sixth, there are also those who interpret "عَلَىْ سَبْعَة اَحْرُف" seven changes in form, namely the form of Isim, Mufrad, Mudzakkar, and its branches, al-Tas'niya, al-Jam and al-Ta'nis.

Membaca al-Qur’an (Qiraat al-Qur’an) dengan tujuh dialek dimaksudkan memberi kemudahan dan keleluasaan bagi sipembaca . Hanya saja terdapat perbedaan penafsiran ulama tentang makna hadits Nabi yang artinya “Al-Qur’an diturunkan dengan tujuh dialek. : Pertama ada ulama yang menafsirkan  “عَلَىْ سَبْعَة اَحْرُف” adalah tujuh dialek dari bahasa Arab yang mempunyai makna yang sama sekalipun dialeknya berbeda-beda. Kedua, ada juga ulama yang menafsirkan “عَلَىْ سَبْعَة اَحْرُف” adalah tujuh dialek dari bahasa Arab. Kemudian al-Qur’an turun atas kepentingan tujuh bahasa itu. Ketiga, ada juga ulama yang menafsirkan “عَلَىْ سَبْعَة اَحْرُف” adalah tujuh masalah, yaitu perintah, larangan, halal, haram, makruh, mutasyabih dan amtsal. Keempat, juga ada yang menafsirkan “عَلَىْ سَبْعَة اَحْرُف” tujuh bahasa yang ada dalam al-Qur’an, tapi itu bukan bahasa Arab namun makna dan lafaznya cocok dengan bahasa Arab, yaitu bahasa Habsyi, Paris, Rum, Hindiah, Suryaniah, Ibrani dan Qibti. Kelima, juga ada ulama yang menafsirkan “عَلَىْ سَبْعَة اَحْرُف” tujuh macam lafaz yang maknanya sama contoh :هَلُمَ, وَأَقْبَلَ, وَتَعَالَ, وَعَجلْ, وَأَسْرعْ, وَقَصْدىْ, وَنَحْوىْ.  Keenam, ada juga yang menafsirkan “عَلَىْ سَبْعَة اَحْرُف” tujuh perubahan bentuk, yaitu bentuk Isim, Mufrad, Mudzakkar,  dan cabang-cabangnya, al-Tas’niya, al-Jam dan al-Ta’nis.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Asy- Syafi’i, Jalaluddin Asy-Syuyuti, Al-Itqar Fi Ulum al-Qur’an. Juz 1-2 Baerut: Dar al-Fikr, 1979 M/1399 H.

Al-Bukhari, Abi Abdillah Muhammad bin Ismail. Matn al-Bukhari Bikhasyiya al-Sanadiy. Juz III. Singapura : Maktabah Wa Math’bah Sulaiman Mar’i t.th

Departemen Agama R.I. Muqaddimah al-Qur’an dan Tafsirnya. Jakarta: Proyek Pengadaan Kitab Suci al-Qur’an, 1983/1984

Al-Qaththan, Manna’. Mabahits Fi Ulum al-Qur’an. Baerut: al-Syirka al-Muttahidah Lil al-Tauzi, 7460.

Syekh Amin, Bakri. Al-Ta’bir al-Fanni Fi al-Qur’an al-Karim. Cet. I: Baerut: Dar al-Ilm Lil al-Malayin, 1994.

Al-Sabuniy, Muhammad Ali. Al-Tibyan Fi Ulum al-Qur’an. Cet.I: Alam al-Kutub. t.th.

Al-Zarkaniy, Muhammad Abd al-Azim. Manahij al-Irfan Fi Ulum al-Qur’an. Juz I, t..tp.,t.th.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.