TRADISI “LOUWE BASUDARAO” DALAM PERSIAPAN PERNIKAHAN MASYARAKAT NEGERI SIRI SORI ISLAM (Suatu Budaya dan Perspektif Hukum Islam)

Muhammad Ali Holle

Sari


Abstract

Describes the tradition of Louwe Basudarao culture in marriage by the Siri Sori Islam Society in the perspective of Islamic law. From the results of the study with theological, physiological, sociological and anthropological approaches, it can be understood that Louwe Basudarao is a Local Culture carried out by the Siri Sori Islam Society in preparation for marriage. This tradition has been rooted in the procession before the marriage of the community so that none of Louwe Basudarao's activities escaped even though it was carried out in various different regions. Louwe Basudarao tradition with the purpose and meaning contained in it generally corresponds to the principles of Islamic law, because 1) contains a logical benefit 2) generally applies to the community in a place or at least among the majority of its people, 3) has been valid for a long time, not new customs that emerge later, 4) do not conflict with the arguments of shara that exist or conflict with the general principles of Islamic Shari'a. Marriage is the obligation of mankind to fulfill biological needs and advice in Islam to follow the Sunnah of the Apostle in creating a good generation and believers, so before marriage first do a series of arrangements for Mahar deliberations, then the bride and groom each perform Louwe Basudara. The provision of money in Louwe has been set a standard fee on the basis of mutual consultation. This tradition has been carried out by the previous ancestors as a form of mutual standardism or helping each other in the event of the bride and groom's request to launch a marriage. at first, every family who wants to take care of their child will first conduct friendship (family gathering) between a large family of clan eyes and notify and coordinate with the Chairperson of the IKKAASSI. Every Descendant or Siri Family in Islam wherever they are This Louwe Basudarao tradition has been carried out by ancestors since time immemorial to help each other and strengthen the brotherhood with the slogan of Mae Ipika Mese Tula Ehu Mese-Mese which means 'Come together to help each other'.

Abstrak

Menguraikan tradisi Budaya Louwe Basudarao dalam perkawinan oleh Masyarakat Siri Sori Islam perspektif hukum islam. Dari hasil kajian dengan pendekatan Teologis, Fisiologis, Sosiologis, dan antropologis maka dapat di pahami bahwa Louwe Basudarao adalah Budaya Lokal dilaksanakan oleh Masyarakat Negeri Siri Sori Islam dalam persiapan pernikahan. Tradisi ini telah menagakar dalam prosesi menjelang perkawinan masyarakat sehingga tiada kegiatan yang luput dari Louwe Basudarao ini meskipun dilaksanakan di berbagai daerah yang berbeda-beda. Tradisi Louwe Basudarao dengan tujuan dan makna yang terkandung didalamnya pada umumnya  bersesuaian dengan prinsip-prinsip hukum islam, karena 1) mengandung kemaslahatan yang logis 2) berlaku umum pada masyarakat di suatu tempat atau minimal dikalangan mayoritas masyarakatnya, 3) suda berlaku sejak lama, bukan adat yang baru muncul kemudian, 4) tidak bertentangan dengan dalil syara yang ada atau bertentangan dengan prinsip-prinsip umum syariat islam. Pernikahan merupakan kewajiban umat manusia untuk memenuhi kebutuhan biologis serta anjuran dalam islam untuk mengikuti Sunnah Rasul dalam menciptakan generasi yang baik dan beriman, maka sebelum pernikahan terlebih dahulu melakukan rangakaian peminangan untuk musyawarah Mahar, maka kemudian pihak calon mempelai masing-masing melakukan Louwe Basudara. Pemberian uang dalam Louwe ini telah di tetapkan biaya standar atas dasar musyawarah bersama. Tradisi ini telah dilakukan oleh para leluhur sebelumnya sebagai wujud saling baku lia atau saling membantu dalam acara peminangan calon mempelai ketika akan melansungkan pernikahan. pada mulanya setiap keluarga yang mau melakukan peminangan anaknya maka terlebih dahulu melakukan silaturahim (kumpul keluarga) antar keluarga besar mata marga dan memberitahukan serta mengkoordinasikan dengan Ketua IKKAASSI tersebut. Setiap Keturunan atau Keluarga Siri Sori Islam dimanapun berada Tradisi Louwe Basudarao ini telah dilasanakan oleh para leluhur sejak dahulu kala untuk saling membantu dan mempererat tali persaudaraan dengan semboyan Mae Ipika Mese Tula Ehu Mese-Mese yang artinya‘’Mari bersama saling membantu’’.

Kata Kunci


Berkumpul Bersaudara, Tradisi negeri siri sori islam, Hukum Islam

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.