FISAFAT AL-NAFS, FISAFAT KENABIAN, FILSAFAT AL-MADINAH, FILSAFAT AL-FADILAH DALAM PANDANGAN AL-FARABI (Suatu Kajian Terhadap Pokok-Pokok Fisafatnya)

Dr Ahmad Badwi

Sari


Abstract:

This article outlines the problems of Al-Nafs Philosophy, Prophetic Philosophy, Al-Madinah Philosophy, Al-Fadilah Philosophy in Al-Farabi's View (A Study of the Basics of His Philosophy). From the results of the study obtained an understanding that the thoughts of al-Farabi adopted a lot of Greek thinkers, especially Aristotle, Plato, and Neo-Platonism. However, with a strong foundation of Islamic religion, al-Farabi can produce a new thought and theories to add to the scientific treasures in the Islamic world, so that with his fame, the theories he developed were also absorbed by many Western scientists. Al-Farabi is the oldest source of Sufism and philosophical thought among Islamic philosophers. Al-Farabi's thoughts about al-Nasf how the soul can live happily both in the world and the hereafter and likewise about al-Farabi's prophecy try to explain that the Prophet and the philosophers are different and therefore explain in detail as discussed above, and also with the main country that al-Farabi described as this body will work in accordance with the functions and duties of each to achieve happiness in life.

Abstrak:

Artikel ini menguraikan masalah Fisafat Al-Nafs, Fisafat Kenabian, Filsafat Al-Madinah, Filsafat Al-Fadilah  Dalam Pandangan Al-Farabi  (Suatu Kajian Terhadap Pokok-Pokok Fisafatnya). Dari hasil kajian diperoleh pemahaman bahwa pemikiran-pemikiran al-Farabi banyak mengadopsi dari pemikir-pemikir Yunani, khususnya Aristoteles, Plato, dan Neo-Platonisme. Namun, dengan landasan agama Islam yang kuat, al-Farabi dapat menghasilkan sebuah pemikiran dan teori-teori baru untuk menambah khazanah keilmuan di dunia Islam, sehingga dengan kemasyhurannya tersebut, teori-teori yang ia kembangkan banyak diserap juga oleh ilmuan-ilmuan Barat. Al-Farabi merupakan sumber tertua bagi pemikiran tasawuf dan filsafat di kalangan filosof Islam. Pemikiran al-Farabi tentang al-Nasf bagiamana jiwa bisa hidup bahagia baik di dunia maupu di akhirat dan begitupun tentang kenabian al-Farabi mencoba menjelaskan bahwa Nabi dan filsuf berbeda maka dari itu menjelaskan secra terperinci sebagaimana di bahas diatas, dan juga dengan negara utama bahwa al-Farabi mengambarkan seperti tubuh ini akan bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya masing untuk mecapai kebahagiaan hidup.


Kata Kunci


Fisafat Al-Nafs, Fisafat Kenabian, Filsafat Al-Madinah, Filsafat Al-Fadilah Al-Farabi

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.