HUKUM ADAT DALAM PEMBENTUKAN HUKUM ISLAM DI INDONESIA (Konsep dan Implementasinya)

Dr. Djaenab

Sari


This article discusses customary law in the formation of Islamic law in Indonesia. The results of the discussion obtained an understanding that customary law is original Indonesian law which is not written / contained in the statutory form of the Republic of Indonesia and here and there contain religious elements. Meanwhile, Islamic law is a regulation that is taken from Allah's revelation and formulated in four thought products, namely: Fiqh, Ulama Fatwa, Court Decisions (Jurisprudence) and Laws (Qanun) which are guided and enforced for Muslims in Indonesia. The implementation of customary law in the formation of Islamic law in Indonesia can be seen in the process of fostering Islamic law which enforces the rule of al-adātul al-muhakkamāt. This means that customs that are not contrary to syara 'can be adopted within the framework of fiqîh that is enforced in Indonesia. The familiar relationship between customary law and Islamic law can be interpreted from expressions in several regions. For example: (Aceh) "the law of ngon adat hantom cre, lagee" ngon sipeut substance. " (Islamic law and customary law cannot be separated because they are closely related, such as the relationship between substance and the nature of a thing or thing), and Sulawesi with the phrase: "adat hula-hulaa to syaraa, syaraa hula-hulaa to adati." (adat with syara 'jointed, syara' with traditional jointed).

Artikel ini membahas Hukum Adat Dalam Pembentukan Hukum Islam Di Indonesia. Hasil pembahasan diperoleh pemahaman bahawa Hukum adat adalah hukum Indonesia asli yang tidak tertulis/tertuang dalam bentuk perundang-undangan Republik Indonesia dan di sana sini mengandung unsur agama. Sedangkan hukum Islam adalah peraturan yang diambil dari wahyu Allah dan diformulasikan dalam keempat produk pemikiran yaitu: Fiqîh, Fatwa Ulama, Keputusan Pengadilan (Yurisprudensi) dan Undang-Undang (Qanun) yang dipedomani dan diberlakukan bagi umat Islam di Indonesia. Implementasi hukum adat dalam pembentukan hukum Islam di Indonesia dapat terlihat dalam proses pembinaan hukum Islam yang memberlakukan kaidah al-adātul al-muhakkamāt  Artinya adat yang tidak bertentangan dengan syara’ dapat diadopsi dalam kerangka fiqîh yang diberlakukan di Indonesia. Hubungan keakraban antara hukum adat dengan hukum Islam dapat dimaknai dari ungkapan di beberapa daerah. Misalnya: (Aceh) “hukum ngon adat hantom cre, lagee’ zat ngon sipeut.” (hukum Islam dan hukum adat tidak dapat dipisahkan karena erat sekali hubungannya seperti hubungan zat dengan sifat sesuatu barang atau benda), dan Sulawesi  dengan ungkapan: “adat hula-hulaa to syaraa, syaraa hula-hulaa to adati.” (adat bersendi syara’, syara’ bersendi adat).


Kata Kunci


Hukum Adat, hukum Islam, Indonesia.

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.