PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DARI LIMBAH PRODUKSI BIOHIDROGEN YANG BERBAHAN BAKU AMPAS KELAPA

La ifa La Ifa, Safrudin Hasan, Sangkala Sangkala

Abstract


Ampas kelapa hasil samping (limbah) pembuatan biohidrogen masih memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Hal ini menyebabkan ampas kelapa berpotensi untuk dimanfaatkan dan diolah menjadi kompos. Penelitian ini dilakukan dengan membuat variasi rasio antara limbah biohidrogen dan kotoran sapi dengan perbandingan 100:0; 80:20; 60:40; 40:60; 20:80 kemudian ditempatkan pada alat pengomposan. Dari penilitian ini diperoleh kandungan BOD, COD, TSS pada limbah biohidrogen (ampas kelapa) masih sangat tinggi, belum dapat dibuang langsung ke lingkungan karena dibutuhkan proses lebih lanjut dengan menjadikannya sebagai kompos. Dipelajari variabel yang berpengaruh pada proses pengomposan, yaitu waktu pengomposan dan rasio limbah biohidrogen dan kotoran sapi. Uji akhir yang dianalisis adalah kandungan unsur hara untuk menentukan kualitas kompos. Analisis pH selama proses pengomposan menujukkan hasil rata-rata optimal yaitu pH berkisaran antara 6-8 sesuai SNI 19-7030-2004 pH yang diizinkan antara 6,8-7,49 dan analisis suhu selama proses pengomposan masih berada pada fase mesofilik dengan suhu berkisaran 27-30 oC. C/N rasio kompos yang memenuhi syarat SNI 19-7030-2004 adalah ratio 80 : 20; 60:40; 40:60; dan 20 : 80 dengan nilai C/N rasionya 9,816%, 11,902%,10,938%,dan 13,516%.


Keywords


Biohidrogen; Ampas Kelapa; Kompos.

Full Text:

PDF

References


Adam, S., & Magfoer, Mochamad Dawam Haryono, D. (2018). Pengaruh Kompos Ampas Sagu Dan Plant Growth Promotion Rhizobacteria (Pgpr) Terhadap Pertumbuhandan Hasil Kacang Tanah. Journal Buana Sains, 18(1), 11–20. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Adi H, D., Winarti, C., & Warsiyah. (2018). Kopi Terhadap Pertumbuhan Tanaman Quality Of Organic Fertilizer For Coconut Coffee And Coffee Waste On Plant Growth 1. Rekayasa Lingkungan, 18(2), 1–18.

Agung, A. K., Adiprasetyo, T. A., & Hermansyah, H. (2019). Penggunaan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit Sebagai Subtitusi Pupuk Npk Dalam Pembibitan Awal Kelapa Sawit. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 21(2), 75–81. https://doi.org/10.31186/jipi.21.2.75-81

Annis, Ifa, L., & Nurjannah. (2019). Pemanfaatan Limbah Biomassa Menjadi Pupuk Organik Cair Secara Anaerob Serta Aplikasinya Pada Tanaman Cabai Merah Dan Daun Seledri. ILTEK, 14(2), 2088–2094.

Atkana, Y., Siburian, R. H., & Alce, N. (2019). Analisis Kompos Sampah Organik Dan Aplikasinya Terhadap Anakan Gaharu. EnviroScienteae, 15(2), 263–270.

Aziz, R. (2017). Pengaruh Pemberian Kompos Kulit Pisang Dan Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kailan (Brassica oleracea var achepala). Rizal. Wahana Inovasi Volume, 6(1), 120–127.

Cundari, L., Arita, S., Komariah, L. N., Agustina, T. E., & Bahrin, D. (2019). Pelatihan Dan Pendampingan Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos Di Desa Burai. Teknik Kimia, 25(1), 5–12.

Fairuz, A., Haryanto, A., & Tusi, A. (2015). Pengaruh Penambahan Ampas Kelapa Dan Kulit Pisang Effect Of Additi On Coconut Pulp And Banana Peel On. Teknik Pertanian Lampung, 4(2), 91–98.

Falahuddin, I., Raharjeng, A. R. P., & Hermani, L. (2016). Pengaruh Pupuk Organik Limbah Kulit Kopi (Coffea Arabica L) Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi. Jurnal Bioilmi, 2(2), 108–120.

Guo, R., Li, G., Jiang, T., Schuchardt, F., Chen, T., Zhao, Y., & Shen, Y. (2012). Effect of aeration rate, C/N ratio and moisture content on the stability and maturity of compost. Bioresource Technology, 112, 171–178. https://doi.org/10.1016/j.biortech.2012.02.099

Hastuti, S. M., Samudro, G., & Sumiyati, S. (2017). Pengaruh Kadar Air Terhadap Proses Pengomposan Sampah Organik Dengan Metode Takakura. Jurnal Teknik Mesin, 6(Spesial), 54–58. https://doi.org/10.22441/jtm.v6i2.1192

Hayanti, E. D. N., Yuliani, & Fitrihidayati, H. (2014). Penggunaan Kompos Kotoran Kelelawar (Guano) untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea). LenteraBio, 3(1), 7–11.

Hayati, E., Mahmud, T., & Fazil, R. (2012). Pengaruh Jenis Pupuk Organik dan Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Cabai (Capsicum annum L.). Floratek, 7(2), 173–181. https://doi.org/10.24815/floratek.v7i2.532

Ismayana, A., Indrasti, N. S., & Erica, N. (2014). Pengaruh Rasio C / N Awal Dan Laju Aerasi Pada Proses Co-Composting Blotong dan Abu Ketel. Jurnal Bumi Lestari, 14(1), 39–45.

Ismayana, A., Indrasti, N. S., Suprihatin, Maddu, A., & Fredy, A. (2012). Faktor Rasio C/N Awal Dan Laju Aerasi Pada Proses Co-Composting Bagasse Dan Blotong. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 22(3), 173–179.

Kaya, E. (2013). Pengaruh Kompos Jerami Dan Pupuk NPK Terhadap N-Tersedia Tanah, Serapan-N, Pertumbuhan, Dan Hasil Padi Sawah (Oryza sativa L). Agrologia, 2(1), 43–50. https://doi.org/10.30598/a.v2i1.277

Novita, E., Fathurrohman, A., & Pradana, H. A. (2018). Pemanfaatan Kompos Blok Limbah Kulit Kopi Sebagai Media Tanam. AGROTEK: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian, 2(2), 61–72. https://doi.org/10.33096/agrotek.v2i2.62

Nurdini, L., Amanah, R. D., & Utami, A. N. (2016). Pengolahan Limbah Sayur Kol menjadi Pupuk Kompos dengan Metode Takakura. In Prosiding seminar Nasional Teknik Kimia “Kejuangan” Pengembangan Teknologi Kimia untuk Pengolahan Sumber Daya Alam Indonesia (pp. 1–6).

Nurjannah, N., Afdatullah, L., Abdullah, D. N., Jaya, F., & Ifa, L. (2019). Pembuatan Pupuk Organik Padat Dengan Cara Aerob. Journal of Chemical Process Engineering, 4(2), 90–96.

Nurjannah, N., Arfah, N., & Fitriani, N. (2018). Pembuatan Pupuk Organik Cair Dari Limbah Biogas. Journal Of Chemical Process Engineering, 03(01), 43–46.

Pasang, Y. H., Jayadi, M., & Rismaneswati. (2019). Peningkatan Unsur Hara Fospor Tanah Ultisol Melalui Pemberian Pupuk Kandang, Kompos Dan Pelet. Jurnal Ecosolum Volume, 8(2), 86–96.

Putra, R. P., Yudono, P., & Sulistyaningsih, E. (2015). The Effects Of Blotong Dosages And Budchip Storage Longevity On The Sugarcane (Saccharum officinarum L.) Seedling Growth. Vegetalika, 4(2), 100–111.

Putri, M. F. (2014). Kandungan Gizi Dan Sifat Fisik Tepung Ampas Kelapa Sebagai Bahan Pangan Sumber Serat. Teknobuga, 1(1), 32–43.

Ratna, D. A. P., Samudro, G., & Sumiyati, S. (2017). Pengaruh Kadar Air Terhadap Proses Pengomposan Sampah Organik Dengan Metode Takakura. Teknik Mesin, 6(Spesial), 124–128.

SNI 19-7030-2004. (2004). Spesifikasi kompos dari sampah organik domestik. In Badan Standardisasi Nasional (pp. 1–10).

Sulistiani, W. S. (2014). Pemanfaatan Serabut Kelapa Dalam Meningkatkan Kualitas Pupuk Organik Dari Ampas Tahu. BIOEDUKASI (Jurnal Pendidikan Biologi), 5(2), 142–150. https://doi.org/10.24127/bioedukasi.v5i2.793

Warsito, J., Sabang, S. M., & Mustapa, K. (2016). Fabrication of Organic Fertilizer from Waste of Oil Palm Bunches, 5(February), 8–15.

Widarti, B. N., Wardhini, W. K., & Sarwono, E. (2015). Pengaruh Rasio C/N Bahan Baku Pada Pembuatan Kompos Dari Kubis dan Kulit Pisang. Jurnal Integrasi Proses, 5(2), 75–80.




DOI: https://doi.org/10.47398/iltek.v15i2.520

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 ILTEK : Jurnal Teknologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Terindeks di :

google scholar – E-Bulletin Akbid Griya Husada Surabaya          

Index of /public/site/images/nikenfebrina 

 

Apa itu DOI pada naskah jurnal ilmiah - Info Dosen Blog

  

 WorldCat - Wikipedia   

News

Welcome to ROAD | ROAD

 

Download HD Member In - Scilit Logo Transparent PNG Image - NicePNG.com

Bielefeld Academic Search Engine | Journal of Sustainable Engineering:  Proceedings Series

 

 

Crossref Similarity Check logo View My Stats Free counters! HTML hit counter - Quick-counter.net