AlGhazali Journal of Chemistry and Science Technology
http://journal-uim-makassar.ac.id/index.php/ajocest
<p>AlGhazali Journal of Chemistry and Science Technology (AJoCeST) published by the Department of Chemistry Faculty of Mathematics and Natural Science, Universitas Islam Makassar. AJoCeST is an interdisciplinary forum for publishing original peer-reviewed, contributed, and invited research articles. Topic cover can be categorized as disciplinary (chemistry, biology, mathematics, life science, material science, computer science) as well as their applications or related topics.</p>Departement of Chemistry Faculty of Mathematics and Natural Science, Universitas Islam Makassaren-USAlGhazali Journal of Chemistry and Science Technology3032-5102ANALISIS KADAR LOGAM NIKEL (Ni) DALAM AIR LAUT DAN SEDIMEN DI WILAYAH PESISIR PANTAI MORONOPO KABUPATEN HALMAHERA TIMUR
http://journal-uim-makassar.ac.id/index.php/ajocest/article/view/1045
<p>Logam nikel dengan simbol Ni merupakan bahan pencemar yang berbahaya karena bersifat racun atau toksik jika terdapat dalam jumlah besar dalam sedimen dan biota perairan, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kadar logam Ni dalam sampel air laut sesuai dengan SNI No. 6964 tahun (2015) tentang pengambilan contoh uji air laut dan pada sedimen menggunakan alat <em>ekman grab. </em>Ketiga titik yang berada dipilih berdasarkan kegiatan pertambangan dan masyarakat. Lokasi pengambilan pada T1 berada di dekat pemukiman warga, T2 di dekat pengangkutan ore nikel dan T3 berada di dekat vegetasi mangrove. Sampel air laut dan sedimen dilanjutkan dengan proses destruksi basah dan dianalisis menggunakan instrumen <em>Atomic Absorption</em> <em>Spectrophotometer</em> (AAS). Hasil kadar logam Ni dalam air laut pada T<sub>1</sub> yaitu (-0,0023 mg/L), tertinggi berada di T<sub>2</sub> sebesar (0,0196 mg/L) dan terendah berada di T<sub>3</sub> (-0,0005 mg/L). Hasil yang diperoleh masih berada dibawah nilai ambang batas (NAB) yang ditetapkan oleh KMNKLH No. 51 tahun 2004 untuk biota laut yaitu 0,05 mg/L. Hal yang serupa dijumpai dalam sedimen pada T<sub>1</sub> (45,8233 mg/L), tertinggi diperoleh pada T<sub>2</sub> (52,5433 mg/L) dan terendah di T<sub>3</sub> (38,1767 mg/L) belum dikategorikan tercemar berdasarkan standar National Sediment Quality Survey US EPA 2004 yaitu 23,77 – 80,07 mg/L, sehingga dapat dikatakan wilayah pantai Moronopo masih tergolong aman dari cemaran logam Ni.</p> <p> </p>Masni GuruapinRachmin MunadiEndah Dwijayanti
Copyright (c) 2025 AlGhazali Journal of Chemistry and Science Technology
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2025-01-112025-01-112011910.59638/ajocest.v2i1.1045 PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL 70 % BUNGA KAMBOJA JEPANG (Adenium obesum (Forssk.) Roem. & Schult) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBEL
http://journal-uim-makassar.ac.id/index.php/ajocest/article/view/1109
<p><span class="s18"><span class="bumpedFont15">Penelitian penetapan kadar flavonoid total</span></span> <span class="s18"><span class="bumpedFont15">ekstrak</span></span><span class="s18"><span class="bumpedFont15"> etanol 70 %</span></span><span class="s18"><span class="bumpedFont15">bunga kamboja jepang </span></span><span class="s21"><span class="bumpedFont15">(Adenium </span></span><span class="s21"><span class="bumpedFont15">obesum </span></span><span class="s18"><span class="bumpedFont15">(Forssk.) Roem. & Schult)</span></span><span class="s18"><span class="bumpedFont15">dengan metode </span></span><span class="s18"><span class="bumpedFont15">spektrofotometri visibel</span></span><span class="s18"><span class="bumpedFont15"> telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan </span></span><span class="s18"><span class="bumpedFont15">untuk </span></span><span class="s18"><span class="bumpedFont15">menentukan kadar flavonoid total </span></span><span class="s18"><span class="bumpedFont15">ekstrak</span></span> <span class="s18"><span class="bumpedFont15">etanol 70 %</span></span> <span class="s18"><span class="bumpedFont15">bunga kamboja jepang </span></span><span class="s21"><span class="bumpedFont15">(Adenium </span></span><span class="s21"><span class="bumpedFont15">obesum </span></span><span class="s18"><span class="bumpedFont15">(Forssk.) Roem. & Schult)</span></span> <span class="s18"><span class="bumpedFont15">dengan metode </span></span><span class="s18"><span class="bumpedFont15">spektrofotometri visibel</span></span><span class="s18"><span class="bumpedFont15">. Metode penelitian ini meliputi ekstraksi bunga kamboja jepang menggunakan etanol 70 % dengan cara maserasi. Penetapan kadar flavonoid total menggunakan spektrofotometer visibel pada panjang gelombang 428 nm dengan baku standar kuarsetin. Hasil analisis kadar flavonoid total ekstrak etanol bunga kamboja jepang diperoleh nilai kadar </span></span><span class="s18"><span class="bumpedFont15">rata-rata </span></span><span class="s22"><span class="bumpedFont15">2</span></span><span class="s22"><span class="bumpedFont15">,</span></span><span class="s22"><span class="bumpedFont15">9333</span></span><span class="s22"><span class="bumpedFont15"> %.</span></span></p>Musniati M.A RamliTahirah HasanMuhammad Iqbal
Copyright (c) 2025 AlGhazali Journal of Chemistry and Science Technology
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2025-01-112025-01-11201101610.59638/ajocest.v2i1.1109SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK BUAH PARIJOTO (Medinilla Speciosa Blume) MUDA DAN TUA DENGAN VARIASI SUHU PENGERINGAN
http://journal-uim-makassar.ac.id/index.php/ajocest/article/view/1376
<p>Buah parijoto (<em>Medinilla Speciosa </em>Blume) merupakan tanaman khas yang tumbuh subur di lereng-lereng gunung atau di hutan-hutan baik pada tanah yang berhumus tinggi dan lembab pada ketinggian 800 sampai 2.300 meter di atas permukaan laut. Buah parijoto memiliki kandungan senyawa kimia yang bermanfaat untuk Kesehatan tubuh seperti vitamin C, vitamin A, serat, mineral penting dan antioksidan. Buah ini digunakan secara tradosional oleh masyarakat setempat sebagai anti radang, sariawan dan antibakteri. Buah parijoto mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, fenol, steroid, dan triterpenoid. Kandungan senyawa metabolit sekunder pada setiap bahan alami diyakini memiliki bioaktifitas tertentu yang bermanfaat bagi manusia, sehingga perlu dilakukan kajian lebih lanjut mengenai identifikasi kandungan senyawa aktif bahan alam. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kandungan senyawa kimia pada ekstrak buah parijoto muda dan tua dengan variasi suhu pengeringan. Metode penelitian meliputi ekstraksi secara maserasi menggunakan cairan penyari etanol dengan konsentrasi 30<sup>0</sup>c, 50<sup>0</sup>c, dilanjutkan analisis kandungan senyawa kimia menggunakan pereaksi yang spesifik. Hasil pengujian skrining fitokimia ekstrak etanol 30<sup>0</sup>c, 50<sup>0</sup>c buah parijoto muda positif mengandung golongan senyawa flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, fenol, steroid, dan triterpenoid. Pengujian skrining fitokimia ekstrak etanol 30<sup>0</sup>c, 50<sup>0</sup>c buah parijoto tua juga positif mengandung golongan senyawa flavonoid, saponon, tanin, alkaloid, fenol, steroid, dan triterpenoid.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>Buah, Ekstrak, Skrining Fitokimia, Medinilla Speciosa Blume</em></p>NirwanaIndah NurrodiahEndah DwijayantiIffana Dani Maulida
Copyright (c) 2026 AlGhazali Journal of Chemistry and Science Technology
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2025-01-112025-01-11201172310.59638/ajocest.v2i1.1376PENGARUH VARIASI KONSENTRASI NaOH TERHADAP MUTU TEPUNG KARAGENAN DARI RUMPUT LAUT Eucheuma Cottoni DI PT. BIOTA LAUT GANGGANG PINRANG
http://journal-uim-makassar.ac.id/index.php/ajocest/article/view/1457
<p>Rumput laut jenis <em>Eucheuma cottoni</em> merupakan salah satu jenis rumput laut penghasil karagenan yang berupa senyawa polisakarida. Karagenan banyak digunakan dalam industri pangan maupun non pangan sebagai pengemulsi, penstabil maupun gelatasi. Karagenan merupakan getah dari rumput laut yang diekstraksi dengan pelarut alkali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi NaOH terhadap mutu tepung karagenan dari rumput laut <em>Eucheuma cottoni.</em> Metode yang digunakan pada penelitian ini meliputi ekstraksi menggunakan pelarut NaOH dengan variasi konsentrasi 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% dan uji karakteristik karagenan meliputi analisis menggunakan <em>Fourier Transform Infra Red</em> (FTIR), uji kadar air, uji kadar abu, uji viskositas dan uji kekuatan gel. Hasil analisis karakteristik gugus fungsi menggunakan FTIR menunjukkan adanya ikatan O-H gugus hidroksil pada pita serapan 3446, 79 cm-<sup>1</sup>, ikatan S=O gugus ester sulfat pada pita serapan 1261, cm<sup>-1</sup>, ikatan glikosidik pada 1068,56 cm<sup>-1</sup>, ikatan C-O gugus 3,6 anhidrogalaktosa pada 927,76 cm<sup>-1</sup> dan gugus fungsi galaktosa-4-sulfat pada 846,75 cm<sup>-1</sup>. Hasil interpretasi data spektrum FTIR disimpulkan bahwa karagenan yang diperoleh dari rumput laut <em>Eucheuma cottoni</em> paling dekat dengan kappa karagenan. Hasil analisis pengujian mutu karagenan menunjukkan bahwa konsentrasi NaOH berpengaruh terhadap mutu tepung karagenan. Semakin tinggi konsentrasi NaOH yang digunakan maka mutu tepung karagenan yang dihasilkan semakin baik. Mutu tepung karagenan terbaik yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah perlakuan dengan konsentrasi 8% dengan nilai kadar air sebesar 5,62%, kadar abu 18,75%, viskositas 509 cP, dan kekuatan gel 690 dyne/cm<sup>2</sup>. Hasil uji karakterisasi tepung karagenan yang diperoleh memenuhi standar sesuai FAO dan standar yang ditetapkan secara komersil.</p>Nur FitrahTahirah HasanYasnidar
Copyright (c) 2026 AlGhazali Journal of Chemistry and Science Technology
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-262026-01-26201243110.59638/ajocest.v2i1.1457PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH MENJADI PRODUK HAND SOAP
http://journal-uim-makassar.ac.id/index.php/ajocest/article/view/1854
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh minyak jelantah dengan mengubahnya menjadi sabun cuci tangan. Metode yang digunakan adalah eksperimen, di mana proses pembuatan sabun disesuaikan dengan metode TRIZ untuk mencapai solusi yang optimal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode TRIZ efektif dalam mengoptimalkan hasil dan mengatasi berbagai masalah selama proses pembuatan, hingga produk akhir terbentuk. Metode ini juga membantu mengurangi risiko kegagalan dalam proses pembuatan sabun. Penelitian ini menemukan 35 parameter perubahan dan 2 elemen penghilangan, yang diperoleh dari pencocokan solusi optimal dengan kontradiksi parameter cacat pada 39 prinsip engineering dan 40 solusi matrix TRIZ. Kesimpulannya, metode TRIZ mengidentifikasi beberapa aspek yang dapat ditingkatkan dalam proses pembuatan sabun cuci tangan, memberikan solusi yang lebih efisien dan mengurangi potensi kegagalan.</p>SuliwardanaAndi HaslinahAndrie
Copyright (c) 2026 AlGhazali Journal of Chemistry and Science Technology
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-262026-01-26201324310.59638/ajocest.v2i1.1854