Midwifery Pregnancy Care For Mrs. "M" 35-36 Weeks Of Gestation With Pathological Flour Albus At The Mandai Public Health Center, Maros
ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN PADA NY “M” GESTASI 28-30 MINGGU DENGAN FLOUR ALBUS PATOLOGIS DI PUSKESMAS MANDAI KABUPATEN MAROS
DOI:
https://doi.org/10.59638/asholiscare.v3i1.2091Keywords:
Asuhan Kebidanan, Kehamilan, Keputihan;Abstract
Kehamilan terjadi secara alami melalui proses fisiologis pada wanita dengan sistem reproduksi sehat yang melakukan hubungan seksual dengan pasangan sehat. Kehamilan yang direncanakan biasanya menghadirkan kebahagiaan dan harapan baru, tetapi wanita juga dihadapkan pada tuntutan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan fisik dan psikologis sepanjang masa kehamilan Keputihan merupakan sekresi vagina di luar kondisi normal, dengan atau tanpa bau, biasanya disertai rasa gatal. Keputihan fisiologis dipengaruhi hormon, sedangkan keputihan patologis dapat menyebabkan komplikasi serius bila tidak ditangani, seperti infertilitas, radang panggul, persalinan prematur, dan bayi lahir dengan BBLR Laporan WHO menunjukkan bahwa prevalensi keputihan global pada wanita mencapai sekitar 75%, menunjukkan bahwa kondisi ini sangat umum terjadi. Adapun studi kasus yang dilakukan memiliki tujuan yakni mahasiswa mampu melakkan asuhan kebiidanan yang diiberikan paada ibu hamil dengan flour albus patalogis Di Puskesmas Mandai Kabupaten Maros. Metode asuhan kebidanan tujuh langkah Variney serta pendokumentasian dalam bentuk SOAP. Pada studi kasus Ny “M” gestasi 28-30 minggu dengan flour albus patologis tidak didapatkan kesenjangan di antara teori dan kasus. Sebagai petugas kesehatan khususnya seorang bidan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan secara profesional sesuai prinsip manajemen kebidanan, sekaligus sebagai upaya pertanggungjawaban jika terjadi tuntutan hukum.