Jurnal Novem Medika Farmasi http://journal-uim-makassar.ac.id/index.php/junomefar <p><strong>Jurnal Novem Medika Farmasi (JUNOMEFAR)</strong> adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika &amp; Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas &amp; kuantitas penelitian di bidang sains farmasi dan farmasi klinis yang didasari oleh tingginya kebutuhan informasi yang scientific di bidang ini.</p> <p>Frekuensi Publikasi : 3 Kali setahun (Februari, Juni, November) <strong>ISSN : 2962-9276</strong></p> <p> </p> Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar en-US Jurnal Novem Medika Farmasi 2962-9276 Gap Analisis Pengelolaan Antibiotik di Apotik dalam Wilayah Pengawasan BBPOM di Makassar Periode Januari 2024 – Juni 2025 http://journal-uim-makassar.ac.id/index.php/junomefar/article/view/2163 <p>Resistensi antibiotik (Antibiotics Resistance/AMR) merupakan masalah kesehatan global yang diperburuk oleh penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Apotek sebagai fasilitas pelayanan kefarmasian memiliki peran penting dalam pengendalian distribusi dan penggunaan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan pengelolaan antibiotik di apotek wilayah pengawasan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar berdasarkan hasil pengawasan periode Januari 2024–Juni 2025. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif dengan analisis data sekunder dari hasil pemeriksaan 176 apotek. Hasil menunjukkan bahwa cakupan pengawasan masih rendah (11%), penyerahan antibiotik tanpa resep dokter masih tinggi (38%), pencatatan stok antibiotik belum optimal (56,8%), serta lemahnya supervisi apoteker. Selain itu, proporsi penjualan antibiotik golongan Watch tanpa resep dokter mencapai lebih dari 85% pada beberapa jenis. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara ketentuan regulasi dan praktik di lapangan yang berpotensi mempercepat terjadinya resistensi antimikroba. Diperlukan penguatan pengawasan berbasis risiko, peningkatan peran apoteker, serta pembinaan dan penegakan regulasi yang konsisten</p> Andi Ilham Pammusureng Ana Andriani Copyright (c) 2026 Jurnal Novem Medika Farmasi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-02-22 2026-02-22 5 1 1 13 10.59638/junomefar.v5i1.2163 Potensi Antibakteri Isolat Fungi Endofit Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Terhadap Escherichia coli ESBL dan Staphylococcus aureus MRSA http://journal-uim-makassar.ac.id/index.php/junomefar/article/view/2074 <p style="font-weight: 400;">Meningkatnya infeksi akibat bakteri yang resisten terhadap antibiotik menjadi masalah serius dalam kesehatan global. Kondisi ini terjadi ketika bakteri tidak lagi dapat dibunuh oleh obat yang seharusnya efektif seperti <em>Escherichia coli </em>ESBL dan <em>Staphylococcus aureus </em>MRSA. Salah satu sumber potensial penghasil senyawa antibakteri alami berasal dari fungi endofit yang hidup di dalam jaringan tanaman, termasuk pada daun pepaya (<em>Carica papaya L.</em>). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data ilmiah mengenai potensi antibakteri isolat fungi endofit daun&nbsp;pepaya&nbsp;(<em>Carica Papaya L</em><em>.</em>) terhadap&nbsp;bakteri <em>Escherichia coli </em>ESBL dan <em>Staphylococcus aureus </em>MRSA.&nbsp;Metode penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium, meliputi isolasi, pemurnian, peremajaan, dan identifikasi morfologi. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram menggunakan ekstrak kasar hasil fermentasi isolat dengan konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri lebih besar ditunjukkan terhadap <em>Staphylococcus aureus</em>&nbsp;MRSA pada media PDA 6 yang diduga dari genus <em>Aspergillus</em>&nbsp;sp dibandingkan <em>Escherichia coli</em>&nbsp;ESBL yang menghasilkan zona hambat lebih kecil dengan zona hambat tertinggi pada media PDA 1 yang diduga dari genus <em>Cephalosporium</em>&nbsp;sp. Kontrol positif menghasilkan zona hambat terbesar, sementara kontrol negatif tidak menunjukkan efek zona hambat.</p> Magfiratul Awwaliah Jasmiadi Jasmiadi Agus Sangka Pratama Copyright (c) 2026 Jurnal Novem Medika Farmasi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-02-22 2026-02-22 5 1 14 24 10.59638/junomefar.v5i1.2074 Uji Sediaan Transdermal Patch Ekstrak Biji Buah Alpukat (Persea americana Mill.) sebagai Antidiabetik pada Tikus (Rattus norvegicus) http://journal-uim-makassar.ac.id/index.php/junomefar/article/view/1985 <p>Biji alpukat (<em>Persea americana</em> Mill.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, tanin, dan flavonoid. Senyawa tersebut berpotensi dalam menurunkan kadar glukosa darah sehingga dapat diformulasikan dalam bentuk <em>patch</em>. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas <em>transdermal patch</em> biji alpukat (<em>Persea americana</em> Mill.) sebagai antidiabetik pada tikus (<em>Rattus </em>norvegicus). Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan metode <em>pre-post design</em> dengan 5 kelompok yaitu kelompok (<em>patch</em> tanpa ekstrak), kontrol positif (Insulin), kemudian kelompok F1, F2, dan F3 dengan masing-masing konsentrasi 9%, 18%, dan 36%. Selanjutnya dilakukan pengujian mutu fisik serta aktivitas antidiabetes dengan cara menginduksi secara intraperitonial pada tikus menggunakan larutan aloksan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji alpukat yang diformulasikan dalam bentuk sediaan <em>transdermal patch </em>memenuhi syarat mutu fisik dan mempunyai aktivitas antidiabetes dengan rata-rata persen penurunan F0 (tanpa ekstrak) 4,5%; F1 12,0%; F2 16,0%; F3 21,1%; dan K (+) 24,9%. Hal ini dibuktikan dengan uji statistik analisis varian (ANAVA) menunjukkan hasil statistik berbeda secara signifikan yang ditandai nilai sig 0,001&lt; 0,05.</p> Widyawati Irfan Nur Alfiah Irfayanti Nurul Jummah Copyright (c) 2026 Jurnal Novem Medika Farmasi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-02-22 2026-02-22 5 1 25 32 10.59638/junomefar.v5i1.1985 Evaluasi Antidiabetik Oral Terhadap Fungsi Ginjal Berdasarkan Kadar Protein Dan Bilirubin Pada Pasien Diabetes http://journal-uim-makassar.ac.id/index.php/junomefar/article/view/2075 <p>Sekitar sepertiga penderita diabetes melitus (DM) mengalami nefropati diabetik (ND), yang merupakan komplikasi jangka panjang yang umum terjadi pada penderita diabetes melitus dan merupakan penyebab utama dari gagal ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara penggunaan obat antidiabetik oral terhadap fungsi ginjal berdasarkan kadar protein dan bilirubin urin. Metode Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dari rekam medis dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan program SPSS 23. Hasil uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis penggunaan ADO dengan kadar protein urin (p=0.820) maupun kadar bilirubin urin (p=0.a). Dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan ADO dengan kadar protein urin (p=0.783) maupun kadar bilirubin urin (p=0.a). Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan obat yang digunakan tidak secara langsung memengaruhi peningkatan atau penurunan kadar protein dan bilirubin dalam urin sebagai indikator fungsi ginjal.</p> Nurhasanah Rusman mustainah Yasnidar Yasnidar Copyright (c) 2026 Jurnal Novem Medika Farmasi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-02-22 2026-02-22 5 1 33 42 10.59638/junomefar.v5i1.2075 Evaluasi Pemberian Tablet Tambah Darah Bagi Ibu Hamil dan Hubungannya dengan Kejadian Anemia http://journal-uim-makassar.ac.id/index.php/junomefar/article/view/2076 <p>Masalah kesehatan utama yang bisa membahayakan ibu serta janin adalah anemia wanita hamil. Suplemen besi merupakan upaya pencegahan anemia, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kepatuhan wanita hamil dalam mengonsumsinya. Penelitian ini tujuannya agar mengevaluasi tingkat kepatuhan dalam mengonsumsi TTD dan hubungannya dengan insidensi anemia wanita hamil. Penelitian ini memakai metodologi cross-sectional dan desain observasional analitis. Sampel terdiri 38 wanita hamil dipilih melalui sampling purposif di Pusat Kesehatan Masyarakat Tamalate, Kota Makassar. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan tes kadar hemoglobin (Hb), kemudian analisis menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan temuan, 60,53% ibu hamil mengalami anemia sedang (Hb 9–10 g/dL), 10,53% mengalami anemia berat (Hb &lt;7 g/dL), dan hanya 28,95% yang tidak mengalami anemia (Hb &gt;11 g/dL). Kondisi ini menyatakan jika anemia tetap jadi permasalahan dominan terhadap wanita hamil meskipun telah menerima suplemen besi. Analisis menggunakan uji Chi-Square menghasilkan nilai p sebesar 0,002 (p &lt; 0,05), menyatakan korelasi kuat antara kadar hemoglobin ibu hamil dan kepatuhan mereka pada suplemen zat besi. Anemia lebih mungkin terjadi pada ibu hamil tidak mengonsumsi suplemen zat besi sesuai resep dibanding mereka mengonsumsinya. &nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Miftahurahma As rusman ayu wandira A Baso Amri Copyright (c) 2026 Jurnal Novem Medika Farmasi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-02-02 2026-02-02 5 1 43 56 10.59638/junomefar.v5i1.2076 Formulasi dan Aktivitas Antibakteri Obat Kumur Biji Delima Merah (Punica granatum) Terhadap Streptococcus mutans http://journal-uim-makassar.ac.id/index.php/junomefar/article/view/1918 <p>Biji delima Merah (<em>Punica granatum</em>) mempunyai kandungan metabolit sekunder yaitu senyawa fenolik. Senyawa fenolik berpotensi sebagai antibakteri. Asam galat telah diidentifikasi sebagai senyawa aktif dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi antibakteri obat kumur ekstrak biji delima merah (<em>Punica granatum</em>) terhadap <em>Streptococcus mutans</em>. Penelitian menggunakan metode maserasi cairan penyari etanol 96%. Pengujian konsentrasi hambat minimum pada konsentrasi 0,8% dan pengujian konsentrasi bunuh minimum pada konsentrasi 0,8%. Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptik, pH dan viskositas. Hasil mutu fisik memenuhi persyaratan meliputi warna kuning muda keruh dan kuning pekat, aroma mentol khas ekstrak dan homogen. Hasil pengujian pH memenuhi standar yang baik pada sediaan obat kumur antara 5,0-7,0. Hasil pengujian viskositas sesuai dengan standar obat kumur yang nyaman digunakan. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa sediaan obat kumur ekstrak biji delima merah dengan konsenstrasi F3 (2%), F2 (1,5%) F1 (1%) menghasilkan diameter hambat pada bakteri <em>Streptococcus mutans </em>sebesar 20,42 mm; 19,64 mm; 16,59 mm;&nbsp; kontrol positif (chlorhexidine 0,2%) memiliki hambatan 21,97 dan kontrol negatif (DMSO) tidak menunjukkan adanya hambatan (6 mm yang berasal dari diameter paper disc). Hal ini menunjukkan bahwa sediaan obat kumur ekstrak biji delima merah memiliki aktivitas antibakteri terhadap <em>Streptococcus mutans</em> dengan kategori kuat.</p> Alfira Arbi andi nur zam zam Andi dian Astriani Copyright (c) 2026 Jurnal Novem Medika Farmasi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-02-22 2026-02-22 5 1 57 66 10.59638/junomefar.v5i1.1918 Uji Kadar Fenolik Total Ekstrak Etanol Daun Galoba (Hornstedtia alliacea (K.Schum.) Valeton) http://journal-uim-makassar.ac.id/index.php/junomefar/article/view/1757 <p style="font-weight: 400;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Galoba merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa fenolik dan dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik total ekstrak etanol daun galoba. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Metode yang dilakukan terdiri dari pengambilan sampel, pengolahan sampel, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia senyawa fenolik, dan penetapan kadar fenolik menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Analisis data kualitatif senyawa fenolik menggunakan pereaksi spesifik, analisis kadar fenolik total menggunakan spektrofotometer Uv-Vis pada panjang gelombang 770 nm. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa proses ekstraksi sampel daun galoba diperoleh persen rendemen ekstrak etanol 70% sebesar 12,43% dan hasil uji kualitatif senyawa fenolik dari ekstrak etanol daun galoba menunjukkan bahwa positif mengandung senyawa fenolik sedangkan hasil pengujian kadar fenolik total pada ekstrak etanol 70% daun galoba sebesar 28,0570 mg GAE/g 2,8057%</span></span></p> isni nursyahadah Agus Sangka Pratama Copyright (c) 2026 Jurnal Novem Medika Farmasi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-02-22 2026-02-22 5 1 67 75 10.59638/junomefar.v5i1.1757 Skrining Fitokimia Dan Profil Total Fenol Serta Flavonoid Pada Ekstrak Daun Seledri (Apium graveolens L.) http://journal-uim-makassar.ac.id/index.php/junomefar/article/view/2174 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Daun seledri (<em>Apium graveolens L</em>.) merupakan salah satu tanaman herbal yang diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung serta menentukan kadar total fenol dan flavonoid pada ekstrak daun seledri. Simplisia daun seledri diekstraksi menggunakan etanol 96% dengan metode maserasi. Skrining fitokimia dilakukan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder. Penetapan kadar total fenol menggunakan metode Folin–Ciocalteu dengan baku pembanding asam galat dan pengukuran pada panjang gelombang 765 nm. Penetapan kadar total flavonoid menggunakan metode kompleksasi AlCl<sub>3</sub> dengan baku kuersetin pada panjang gelombang 434 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun seledri mengandung flavonoid, alkaloid, polifenol, tanin, sterol, dan triterpenoid. Kadar total fenol sebesar 209,79 mg GAE/g ekstrak dan kadar total flavonoid sebesar 12,50 mg QE/g ekstrak.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Carmenita M. Cindy Tiara Situmorang Muhammad Yunus Novitaria Br Sembiring Copyright (c) 2026 Jurnal Novem Medika Farmasi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-02-22 2026-02-22 5 1 76 88 10.59638/junomefar.v5i1.2174 Efikasi Gel Ekstrak Daun Seledri (Apium graveolens L.) terhadap Gambaran Makroskopik Ulkus pada Model Tikus Diabetes induksi Aloksan http://journal-uim-makassar.ac.id/index.php/junomefar/article/view/2175 <p>Diabetes melitus masih menjadi penyakit dengan angka penderita yang terus meningkat setiap tahun dan masih menjadi masalah utama dalam kesehatan di seluruh dunia. Tanaman herbal yang digunakan sebagai alternatif pengobatan yaitu daun seledri (Apium graveolens L.). Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak daun seledri dalam sediaan gel terhadap proses penyembuhan ulkus pada model tikus diabetes yang diinduksi aloksan. Penelitian ini dibagi dalam enam kelompok. Kelompok ini terbagi atas : Kelompok normal, kelompok negatif, kelompok positif, kelompok perlakuan 1 dengan pemberian ekstrak daun seledri konsentrasi 5 %, kelompok perlakuan 2 dengan pemberian ekstrak daun seledri 10 %, dan kelompok perlakuan 3 dengan pemberian ekstrak daun seledri konsentrasi 15 %. Parameter pengamatan yang digunakan adalah diameter ulkus selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi maksroskopik paling baik terdapat pada kelompok perlakuan 2 dengan gel daun seledri konsentrasi 10 % dan kelompok perlakuan 3 dengan gel daun seledri konsentrasi 15 %. Hal ini membuktikan bahwa gel ekstrak daun seledri (Apium graveolens L.) memiliki potensi sebagai alternatif terapi penyembuhan ulkus pada kondisi diabetes akibat induksi aloksan.</p> Tamy Yolanda Putri Muhammad Yunus Novitaria Br Sembiring Copyright (c) 2026 Jurnal Novem Medika Farmasi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-02-22 2026-02-22 5 1 89 96 10.59638/junomefar.v5i1.2175 Toksisitas Subkronis Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill) Terhadap Kadar Bilirubin Tikus Putih (Rattus norvegicus) http://journal-uim-makassar.ac.id/index.php/junomefar/article/view/1889 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi toksisitas subkronis akibat pemberian berulang ekstrak etanol dari biji alpukat <br>(Persea americana Mill) secara oral. Biji alpukat diketahui mengandung senyawa kimia aktif seperti flavonoid, alkaloid, <br>fenol, dan tanin. Penelitian ini difokuskan untuk mengamati reaksi atau pengaruh ekstrak tersebut pada dosis 700 mg/kg <br>BB, 850 mg/kg BB, dan 1000 mg/kg BB terhadap kadar bilirubin total pada tikus putih (Rattus norvegicus). Ekstraksi <br>dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Sebanyak 20 ekor tikus dipisah ke dalam empat <br>kelompok. Kelompok pertama sebagai kontrol negatif diberi Na-CMC 1%, sedangkan tiga kelompok lainnya menerima <br>ekstrak biji alpukat sesuai dosis yang ditentukan selama 28 hari berturut-turut secara oral. Kadar bilirubin total dianalisis <br>menggunakan alat Clinical Analyzer PENTRA 400. Hasil menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol biji alpukat pada <br>ketiga dosis tersebut tidak menimbulkan efek toksik subkronis yang signifikan terhadap kadar bilirubin total, karena <br>nilainya setara dengan kelompok kontrol negatif.</p> Amanda Farliani Agus sangka Copyright (c) 2025 Jurnal Novem Medika Farmasi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-11-30 2025-11-30 5 1 71 78 10.59638/junomefar.v4i3.1889 Aktivitas Infusa Buah Beligo (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) Terhadap Tekanan Darah Tikus (Rattus norvegicus) http://journal-uim-makassar.ac.id/index.php/junomefar/article/view/1911 <p>Buah beligo dimanfaatkan sebagai bahan dalam pengobatan tradisional yang dapat mengobati penyakit tipes, aprodisiak, antihipertensi dan penyakit kelainan darah lainnya dengan cara direbus daging buahnya. Buah beligo memiliki bahwa kandungan kimia yang berpotensi sebagai antihipertensi yang tinggi dari buah beligo antara lain flavanoid, alkaloid, tanin, saponin dan kandungan kaliumnya yaitu sebesar 270 mg/ 100g. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas anthipertensi infusa buah beligo (<em>Benincasa hispida</em> (Thunb.) Cogn.) berdasarkan pengukuran tekanan darah tikus putih (<em>Rattus norvegicus</em>). Metode penelitian terdiri atas ekstraksi menggunakan metode infusa dan uji antihipertensi berdasarkan pengukuran menggunakan alat <em>tail-cuff</em>. Hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kontrol normal (Aquadest), kontrol (-) (Prednison dan NaCl), kontrol (+) (Spironolakton) dan kelompok infusa buah beligo masing-masing dosis 255 mg/kgBB, 450 mg/kgBB dan 900 mg/kgBB. Hasil penelitian diperoleh persen penurunan natrium dan kenaikan kalium kadar masing-masing: kontrol normal ((-13%) &amp; (-3%)), kontrol (-) ((-29.5% &amp; 0%), kontrol (+) (198,32% &amp; 138,62%), infusa buah beligo dosis 225 mg/kgBB (250,77% &amp; 177,69%), dosis 450 mg/kgBB (211,37% &amp; 137,99%) dan dosis 900 mg/kgBB (192,63% &amp; 153,05%). Kesimpulannya, infusa buah beligo memiliki aktivitas antihipertensi dalam menurunkan tekanan darah yang berbeda nyata dengan kelompok kontrol negatif dan tidak berbeda nyata dengan kelompok kontrol positif.</p> Andi Nurseptia Purnama Nur alim agus sangka pratama Copyright (c) 2025 Jurnal Novem Medika Farmasi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-02-22 2026-02-22 5 1 107 113 10.59638/junomefar.v5i1.1911