Skrining Fitokimia dan Standardisasi Parameter Non Spesifik Ekstrak Etanol 70% Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa Linn.)
Keywords:
rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.), kadar abu, standardisasi non spesifik, kadar airAbstract
Standardisasi parameter non-spesifik merupakan tahapan untuk memastikan bahwa obat, ekstrak, maupun produk ekstrak yang dihasilkan memiliki nilai parameter tertentu yang tetap dan telah ditentukan sebelumnya. Penelitian ini dimaksudkan untuk memahami golongan komponen metabolit sekunder dan standardisasi non spesifik pada ekstrak etanol 70% kelopak bunga rosella. Metode penelitian meliputi ekstraksi secara maserasi menggunakan tabung reaksi dilanjutkan dengan skrining fitokimia dan Standarisasi non-spesifik mencakup pengujian bobot jenis, kadar air, kadar abu, dan kadar abu yang tidak larut dalam asam dan angka lempeng total. Hasil ekstraksi kelopak bunga rosella menggunakan etanol 70% dengan cara maserasi didapatkan rendamen sebanyak 46,46%. Hasil penelitian kelopak rosella memiliki flavonoid, saponin, alkaloid dan tanin, serta memiliki bobot jenis 1,0121188 g/mL, kadar air 22,67%, kadar abu 3,68%, tidak larut asam 0,15% dan angka lempeng keseluruhan 1,0 kali 101 Cfu/g. Kesimpulan Kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) menghasilkan etanol 70% mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin, serta telah memenuhi kriteria standardisasi parameter non-spesifik. Penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak rosella tidak memenuhi standar mutu ekstrak.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Farmasi dan Bahan Alam : FARBAL

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
