EFEK HEPATOTERAPI KOMBINASI INFUSA DAUN PALIASA (Kleinhovia hospita Linn) DAN KUNYIT PUTIH (Curcuma mangga) BERDASARKAN PARAMETER SGPT DAN SGOT PADA KELINCI JANTAN (Oryctolagus cuniculus)
Keywords:
daun paliasa, rimpang kunyit putih, SGPTAbstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana efek hepatoterapi yang ditimbulkan dari kombinasi infusa daun paliasa (Kleinhovia hospita Linn) dan rimpang kunyit putih (Curcuma mangga) berdasarkan parameter SGPT dan SGOT. Penelitian ini menggunakan 9 ekor kelinci jantan yang dibagi dalam 3 kelompok dimana tiap kelompok terdiri dari 3 ekor kelinci. Sebelum perlakuan, hewan uji dipuasakan selama 4-8 jam lalu diukur kadar SGPT dan SGOT. Kemudian diberi suspensi parasetamol dengan dosis 142,8 mg. Kelompok I diberikan infusa daun paliasa 15%, kelompok II diberikan infusa rimpang kunyit putih 4%, dan kelompok III diberikan kombinasi infusa daun paliasa 15% dan rimpang kunyit putih 4%. Pemberian dilakukan dengan cara peroral dengan volume pemberian 20 mL/2,5 kg BB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok I terjadi penurunan kadar SGPT 11,61% dan SGOT 14,64%, pada kelompok II penurunan kadar SGPT 9,06% dan SGOT 11,61%, dan pada kelompok III penurunan kadar SGPT 12,54% dan SGOT 17,35 %. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai penurunan kadar SGPT dan SGOT kombinasi infusa daun paliasa dan rimpang kunyit putih lebih tinggi dibandingkan pemberian tunggal. Hal ini dapat dilihat dari hasil persentase penurunan kadar SGPT 12,54% dan kadar SGOT 17,35% pada kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus).
