EFEK HEPATOTERAPI KOMBINASI INFUSA DAUN PALIASA (Kleinhovia hospita Linn) DENGAN DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz & Pav) BERDASARKAN PARAMETER SGPT DAN SGOT PADA KELINCI JANTAN (Orictolagus cuniculus)
Keywords:
daun paliasa, daun sirih merah, SGOT, SGPTAbstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana efek hepatoterapi yang ditimbulkan dari kombinasi infusa daun paliasa (Kleinhovia hospita Linn) dengan daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) berdasarkan parameter SGPT dan SGOT. Penelitian ini menggunakan sampel daun paliasa dan daun sirih merah, lalu dibuat infusa. Penelitian ini menggunakan 9 ekor kelinci jantan yang dibagi dalam 3 kelompok perlakuan, dimana tiap kelompok terdiri dari 3 ekor. Sebelum perlakuan, hewan uji dipuasakan selama 3-4 jam lalu dilakukan pengambilan darah awal untuk pengukuran kadar SGPT dan SGOT. Kemudian diberi suspensi tablet parasetamol selama 3 hari. Setelah itu dilakukan pengukuran kadar SGPT dan SGOT untuk mengetahui apakah terjadi kerusakan sel-sel hati. Selanjutnya Kelompok I diberikan infusa daun paliasa 15%, Kelompok II diberikan infusa daun sirih merah 4 %, dan Kelompok III diberikan kombinasi infusa daun palisa 15% dengan daun sirih merah 4%. Pemberian dilakukan dengan cara peroral dengan volume pemberian 20 mL/1,7 Kg BB (kelompok I) dan 20 mL/2,0 Kg BB (kelompok II dan III) selama 7 hari. Lalu dilakukan kembali pengukuran kadar SGPT dan SGOT. Hasil penelitian kombinasi infusa daun paliasa 15% dengan infusa daun sirih merah 4% memberikan efek hepatoterapi yang nyata terhadap penurunan kadar SGPT yaitu 21,26% dan SGOT yaitu 12,53% pada kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus).
