BIOSORPSI ION Ni2+, Zn2+, DAN Cd2+ OLEH NANNOCHLOROPSIS SALINA DALAM SISTEM TIGA LOGAM
Keywords:
biosropsi, sistem tiga logam, SSA, FT-IRAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan biosorpsi antara logam Tunggal dengan campuran ion Ni2+, Zn2+, dan Cd2+ dalam Sistem Tiga Logam dengan menentukan dampak jerapan terhadap pola pertumbuhan N. salina, menentukan efisiensi penjerapan, dan gugus fungsi yang terlibat dalam penjerapan ion logam. Pemaparan Ni2+, Zn2+, dan Cd2+ dengan variasi konsentrasi masing-masing 5 ppm, 10 ppm, dan 10 ppm dilakukan di awal masa pertumbuhan N. salina dalam Medium Conwy dengan kepadatan 30 x 104 sel/mL dengan kondisi salinitas 25 ‰, aerasi dan pencahayaan kontinu serta suhu ruangan 20 oC. Konsentrasi ion logam dalam filtrat ditentukan dengan menggunakan SSA. Gugus fungsi yang terlibat dalam penjerapan diidentifikasi dengan menggunakan FT-IR. Hasil penelitian menunjukan waktu optimum pertumbuhan dicapai pada hari ke-8 dengan jumlah populasi 176,50 x 104 sel/mL. Pola pertumbuhan N. salina pada medium yang tercemar ion logam berbeda dengan kontrol. Efisiensi penjerapan pada ion logam Tunggal lebih besar dari Sistem Tiga Logam. Efisiensi penjerapan maksimum oleh N. salina pada logam Tunggal Ni2+, Zn2+, Cd2+ sesuai urutan Zn>Ni>Cd dengan nilai efisiensi penjerapan berturut-turut: 94,07 %, 50,76 %, dan 39,69 %, sedangkan pada Sistem Tiga Logam sesuai urutan Cd>Zn>Ni dengan nilai efisiensi penjerapan berturut-turut: 49,00 %, 40,40 %, dan 20,86 %. Gugus fungsi yang dominan dalam proses penjerapan ion logam pada logam Tunggal adalah karboksil, amina, amida, dan amino, sementra gugus fungsi yang dominan dalam proses penjerapan ion logam pada Sistem Tiga Logam adalah amina.
