UJI AKTIVITAS SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK DAUN SAMBANG COLOK (Aerva sanguinolenta (L.) Bl.) TERHADAP Staphylococcus aureus SECARA BIOAUTOGRAFI
Keywords:
ekstrak daun sambang, Staphylococcus aureus, KLT bioautografiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun Sambang Colok untuk mengidentifikasi kandungan senyawa yang terindikasi menghambat bakteri tersebut. Metode yang digunakan adalah Bioautografi menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Uji Daya Hambat menggunakan Metode Difusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak N-Butanol daun Sambang Colok ditemukan lima bercak noda dengan warna dan nilai Rf yang berbeda-beda. Bercak noda dengan nilai Rf 0,90 berwarna berwarna merah, bercak noda dengan Rf 0,72 berwarna merah muda, bercak noda dengan nilai Rf 0,52 berwarna abu-abu tua, bercak noda dengan nilai Rf 0,36 berwarna hijau muda, bercak noda dengan nilai Rf 0,18 berwarna abu-abu. Didapatkan 7 bercak noda, masing-masing : bercak noda dengan nilai Rf 0,96 berwarna kuning, bercak noda dengan nilai Rf 0,90 berwarna abu-abu, bercak noda dengan nilai Rf 0,81 berwarna merah muda, bercak noda dengan nilai Rf 0,67 berwarna Hijau kekuningan, bercak noda dengan nilai Rf 0,52 berwarna Hijau, bercak noda dengan nilai Rf 0,36 berwarna kuning, bercak noda dengan nilai Rf 0,27 berwarna hijau. Hasil Uji aktivitas antibakteri senyawa bioaktif menunjukkan bahwa ekstrak eter Daun sambang colok (Aerva sanguilenta (L) yang dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus yaitu pada bercak dengan nilai Rf 0,81 (noda berwarna merah muda) dan bercak dengan nilai Rf 0,36 (noda kuning). Sedangkan ekstrak N-butanol Daun sambang colok (Aerva sanguilenta (L) yang dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus yaitu pada bercak dengan nilai Rf 0,72 (noda merah muda). Hasil identifikasi menunjukkan bahwa bercak yang menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus terindikasi adalah senyawa polifenol dan saponin.
