UJI EFEK HEPATOPROTEKTOR EKSTRAK ETANOL AKAR TREMBESI (Samanea saman Jacq Merril) pada Tikus Putih Jantan yang diinduksi Parasetamol
Keywords:
akar trembesi, hepatoprotektor, SGOT, SGPTAbstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana efek hepatoprotektif yang ditimbulkan dari ekstrak etanol akar trembesi (Samanea saman Jacq Merril) pada Tikus Putih Jantan yang diinduksi Parasetamol. Penelitian ini menggunakan 12 ekor tikus jantan yang dibagi dalam 4 kelompok dimana tiap kelompok terdiri dari 3 ekor tikus. Sebelum perlakuan, hewan uji dipuasakan selama 3-4 jam lalu diukur kadar SGPT dan SGOT. Kemudian diberi ekstrak etanol akar trembesi. Kelompok I diberikan ekstak etanol akar trembesi 200 mg/kg BB, kelompok II diberikan ekstrak etanol akar trembesi 400 mg/kg BB dan kelompok III diberikan ekstrak etanol akar trembesi 800 mg/kg BB dan kelompok IV diberikan Na –CMC 1 %. Pemberian dilakukan dengan cara peroral dengan volume pemberian 5 ml/200 g BB, kemudian semua kelompok diinduksi dengan parasetamol 54 mg/200 g BB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok I, II dan III terjadi penurunan kadar SGPT sebesar 22,9%, 20,3%, 33,8% dan terjadi penurunan kadar SGOT pada kelompok I, II dan III sebesar 14,1%, 12,9%, 10,5% serta terjadi peningkatan kadar SGPT sebesar 11,1% dan SGOT sebesar 16,8% pada kelompok IV. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dosis 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB dan dosis 800 mg/kg BB dapat menurunkan kadar SGPT dan SGOT, dibandingkan kontrol negatif (Na-CMC), tidak ada perbedaan efek menurunkan kadar SGPT dan SGOT dari ke 3 dosis yang digunakan pada tikus (Rattus norvegicus) jantan yang diinduksi dengan parasetamol 54 mg/200 g BB.
