PENGARUH PENAMBAHAN GELATIN DARI TULANG IKAN TUNA (Thunnus sp.) SEBAGAI CO-EMULGATOR DALAM SEDIAAN EMULSI MINYAK IKAN (Oleum Iecoris Aselli)
Keywords:
Tulang ikan tuna, emulsi, gelatin, co emulgatorAbstract
Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan gelatin dari tulang ikan tuna (Thunnus sp.) sebagai co-emulgator dalam formulasi sediaan emulsi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya pengaruh terhadap efektivitas gelatin ikan tuna sebagai co-emulgator dalam sediaan emulsi tipe m/a. Gelatin diperoleh dari hasil ekstraksi tulang ikan tuna di atas tangas air yang sebelumnya telah dilakukan perendaman dengan asam klorida 6% kemudian dikeringkan melalui proses liofilisasi kemudian diserbukkan. Selanjutnya diformulasi dalam sediaan emulsi oral tipe m/a menggunakan gelatin sebagai co-emulgator dengan konsentrasi berturut-turut 0; 0,5; dan 1% terhadap bobot total emulsi. Kemudian dilakukan evaluasi kestabilan fisik emulsi sebelum dan setelah penyimpanan dipercepat suhu 5 dan 35°C selama 24 jam sebanyak 10 siklus yang meliputi organoleptis, volume pemisahan, viskositas, dan pH. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa berdasarkan pengujian volume pemisahan dan pH, formula dengan gelatin 1% dan tanpa gelatin mengalami pemisahan fase pada saat penyimpanan dipercepat serta perubahan pH yang signifikan. Formula dengan gelatin 0,5% tidak mengalami pemisahan fase dan perubahan pH yang tidak signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah emulsi minyak ikan (Oleum Iecoris Aselli) yang diformulasi dengan penambahan co-emulgator gelatin dari tulang ikan tuna (Thunnus sp.) dengan konsentrasi 0,5% adalah emulsi yang stabil secara fisik.
