Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak tunas Bambu Apus (Gigantochloa apus) Terhadap Bakteri Shigella dysenteriae
DOI:
https://doi.org/10.59638/junomefar.v4i2.1731Keywords:
Antibakteri, Bambu apus (Gygantochloa apus), Shigella dysenteriaeAbstract
Antibakteri adalah suatu senyawa yang dapat digunakan untuk menghambat atau membunuh bakteri. Ekstrak tunas bambu apus (Gygantochloa apus) memiliki kandungan senyawa Alkaloid,Tanin,dan Saponin yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas penghambatan Ekstrak tunas bambu apus (Gygantochloa apus) terhadap bakteri Shigella dysenteriae. Metode penelitian meliputi ekstraksi secara maserasi dengan menggunakan etanol 70%. Diperoleh nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) terhadap bakteri Shigella dysenteriae 0,1% dengan metode dilusi. Pengujian dengan metode difusi agar. Hasil yang diperoleh menggunakan konsentrasi 0,1%, 0,2%, 0,4%, 0,8%, 1,6%. Memiliki diameter daya hambat sebesar 13,13 mm, 14,81 mm, 16,58 mm, 18,31 mm, 21,64 mm. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Ekstrak tunas bambu apus (Gygantochloa apus) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Shigella dysenteriae.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Novem Medika Farmasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

