Toksisitas Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill.) Terhadap Fungsi Ginjal tikus (Rattus norvegicus)
DOI:
https://doi.org/10.59638/junomefar.v4i3.1888Keywords:
Biji alpukat (Persea americana Mill.), Ureum, Kreatinin, BUNAbstract
Biji alpukat merupakan salah satu tanaman dalam keluarga lauraceae. Biji alpukat mengandung senyawa Flavonid, tanin, fenol dan alkaloid. Tujuan penelitian untuk mengetahui keamanan biji alpukat dalam penggunaan jangka panjang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Hewan uji dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (Na-CMC 1%), kelompok II dosis 700, kelompok III dosis 850, dan kelompok IV dosis 1000. Ekstrak biji alpukat dengan dosis 700, 850 dan 1000. Perlakuan tikus diinduksi dengan ekstrak biji alpukat selama 28 hari berturut-turut secara peroral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol biji alpukat tidak memiliki efek toksisitas subkronik yang dapat dilihat dari parameter pengujian kadar kreatinin, ureum dan BUN.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Novem Medika Farmasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

