Toksisitas Subkronis Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill) Terhadap Kadar Bilirubin Tikus Putih (Rattus norvegicus)
DOI:
https://doi.org/10.59638/junomefar.v4i3.1889Keywords:
Toksisitas, Alpukat, Bilirubin TotalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi toksisitas subkronis akibat pemberian berulang ekstrak etanol dari biji alpukat
(Persea americana Mill) secara oral. Biji alpukat diketahui mengandung senyawa kimia aktif seperti flavonoid, alkaloid,
fenol, dan tanin. Penelitian ini difokuskan untuk mengamati reaksi atau pengaruh ekstrak tersebut pada dosis 700 mg/kg
BB, 850 mg/kg BB, dan 1000 mg/kg BB terhadap kadar bilirubin total pada tikus putih (Rattus norvegicus). Ekstraksi
dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Sebanyak 20 ekor tikus dipisah ke dalam empat
kelompok. Kelompok pertama sebagai kontrol negatif diberi Na-CMC 1%, sedangkan tiga kelompok lainnya menerima
ekstrak biji alpukat sesuai dosis yang ditentukan selama 28 hari berturut-turut secara oral. Kadar bilirubin total dianalisis
menggunakan alat Clinical Analyzer PENTRA 400. Hasil menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol biji alpukat pada
ketiga dosis tersebut tidak menimbulkan efek toksik subkronis yang signifikan terhadap kadar bilirubin total, karena
nilainya setara dengan kelompok kontrol negatif.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Novem Medika Farmasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

