The Relationship Between Mothers' Knowledge About Nutrition And The Incidence Of Stunting In Toddlers In The Work Area Of The Publik Healt Care Antara
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Diwilayah Kerja Puskesmas Antara
DOI:
https://doi.org/10.59638/asholiscare.v2i3.1827Keywords:
Pengetahuan ibu , Gizi , StuntingAbstract
Stunting ialah kondisi terganggunya pertumbuhan linier anak yang terjadi akibat kekurangan asupan nutrisi dalam jangka panjang serta paparan infeksi kronis. Identifikasi kondisi ini dilakukan melalui pengukuran TB/U, di mana nilai yang diperoleh berada di bawah -2 standar deviasi apabila dibandingkan dengan standar pertumbuhan anak yang sudah ditentukan oleh lembaga kesehatan internasional, seperti WHO. Menurut WHO Indonesia termasuk negara paling tinggi kedua di asia tenggara dengan stunting hingga 31,8 %. Ada beragam faktor yang menjadikan terjadinya stunting pada anak, diantaranya jarak waktu antara kehamilan yang satu dengan yang berikutnya, kondisi fisik atau postur tubuh ibu, status gizi ibu sebelum serta selama kehamilan, usia ibu saat mengandung, serta kecukupan asupan nutrisi selama masa kehamilan. Kajian ini dimaksudkan untuk menganalisa sejauh mana pemahaman ibu terkait gizi berkorelasi dengan kasus stunting yang dialami balita di wilayah layanan Puskesmas Antara. Kajian ini termasuk penelitian kuntitatif dengan pendekatan cross sectional dan desain deskriptif korelasi. Sampel yang dipergunakan yakni total sampling yang jumlahnya 33 ibu. Gambaran pengetahuan ibu dari 33 responden kebanyakan dalam kategori kurang yakni 19 orang (57,6%) gambaran kejadian stanting mayoritas dalam kategori pendek yakni berjumlah 22 orang (66,7%). Menurut hasil analisa uji chi-square didapat nilai P = 0,02, yang di bawah α = 0,05. Hal itu memperlihatkan jika ada keterkaitan yang signifikan diantara tingkat pemahaman gizi pada ibu dengan kasus stunting yang dialami balita di wilayah layanan Puskesmas Antara. Maka dari itu pengetahuan ibu mengenai stunting sangat penting perlu di tingkatkan agar kejadian stunting tidak semakin meningkat.