POTENSI EKSTRAK KECAMBAH KACANG KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERRILL) DALAM BENTUK MIKROEMULSI SEBAGAI SEDIAAN ANTIOKSIDAN
Keywords:
kecambah kacang kedelai, isoflavon, mikroemulsiAbstract
Telah dilakukan penelitian tentang potensi ekstrak kecambah kacang kedelai (Glycine max (L.) Merrill) dalam bentuk mikroemulsi sebagai sediaan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat uji aktivitas antioksidan dari ekstrak kecambah kacang kedelai dan formulasi krim mikroemulsi dari kecambah kacang kedelai. Kacang kedelai mengandung senyawa isoflavon yang bersifat sebagai antioksidan. Senyawa tersebut dapat ditingkatkan dengan cara germinasi/perkecambahan, pada proses ini akan terjadi transformasisehingga diperoleh senyawa isoflavon bebas (aglikon) yang lebih tinggi aktivitasnya.Kecambah yang diperoleh kemudian diekstraksi menggunakan metode maserasi.Ekstrak yang diperoleh kemudian di uji aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil) diperoleh nilai IC50 sebesar 61,23 ppm. Selanjutnya dibuat krim mikroemulsi, dimana bentuk sediaan mikroemulsi ini diharapkan dapat meningkatkan kelarutan senyawa, meningkatkan absorbsi karena partikel ukuran yang kecil serta meningkatnya luas permukaan. Pengujian dilakukan sebelum dan sesudah kondisi penyimpanan dipercepat dengan pengujian antara lain tipe emulsi, organoleptis, homgenitas, viskositas, morfologi tetes terdispersi, pH, distribusi ukuran partikel, danpengamatan bentuk partikel. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa krim mikroemulsi stabil secara fisik dan memiliki distribusi ukuran partikel 461,37 nm.
