Framing Media Dalam Pemberitaan Ekonomi Politik Utang Luar Negeri Indonesia

Authors

  • Riyadi Universitas Hasanuddin
  • Marsuki Marsuki Universitas Hasanuddin
  • Syamsuddin Aziz Universitas Hasanuddin

DOI:

https://doi.org/10.55638/jcos.v7i2.1666

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana media Indonesia membingkai isu utang luar negeri dalam pemberitaannya, mulai dari era Presiden Soekarno hingga Presiden Joko Widodo. Studi ini menganalisis peran signifikan media dalam membentuk opini publik tentang utang luar negeri, terutama bagaimana pemberitaan dipengaruhi oleh afiliasi politik dan ekonomi. Dengan menggunakan pendekatan kajian kepustakaan, penelitian ini mengintegrasikan teori ekonomi politik media, analisis framing, dan agenda setting untuk memahami pola dan implikasi framing media. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pemberitaan media tentang utang luar negeri terbagi dalam tiga kategori: media independen yang mengadopsi pemberitaan netral berbasis data; media pro-pemerintah yang membingkai utang sebagai instrumen positif untuk pembangunan; dan media kritis yang menyoroti risiko dan ancaman terhadap kedaulatan ekonomi. Analisis menunjukkan bahwa framing media dibentuk oleh struktur kepemilikan, sumber informasi, orientasi ideologis, dan konteks sosial-politik, yang secara kolektif memengaruhi dukungan publik terhadap kebijakan utang pemerintah. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi media, implementasi komunikasi publik yang transparan tentang pengelolaan utang, dan mendorong pemberitaan berimbang untuk menumbuhkan pemahaman publik yang komprehensif tentang utang luar negeri sebagai instrumen ekonomi yang kompleks.

References

Andrianti, N. (2015). Peran media massa nasional dalam politik internasional. Informasi, 45(1), 43-56.

Antaranews. (2023, 16 November). Kemenkeu: Komposisi utang pemerintah didominasi SBN hingga 88,86%.

Antaranews. https://www.antaranews.com/berita/3826569/kemenkeu-komposisi-utang-pemerintah-didominasi-sbn-hingga-8886-#:~:text=Dalam%20penerbitannya%2C%20lanjut%20Hamidi%2C%20SBN,sekunder%20tanpa%20mempengaruhinya%20secara%20berarti

Bank Indonesia. (1970-2004). Statistik ekonomi keuangan Indonesia. Jakarta: BI.

Bennett, W. L., & Livingston, S. (2018). The disinformation order: Disruptive communication and the decline of democratic institutions. European Journal of Communication, 33(2), 122-139.

Bersama Indonesia. (2023, 31 Januari). Utang pemerintah dan beban masa depan Gen Z. Bersama Indonesia. https://bersamaindonesia.id/artikel/utang-pemerintah-dan-beban-masa-depan-gen-z/

Bisnis.com. (2022, 1 Mei). Ironis, pembangunan tol dibenci karena utang tapi dinikmati saat mudik Lebaran.

Bisnis.com. https://ekonomi.bisnis.com/read/20220501/45/1529222/ironis-pembangunan-tol-dibenci-karena-utang-tapi-dinikmati-saat-mudik-lebaran

Bisnis.com. (2024, 15 November). Utang luar negeri RI Oktober 2024 naik jadi US$427,8 miliar.

Cook, T. E. (2005). Governing with the news: The news media as a political institution. University of Chicago Press.

D'Alessio, D., & Allen, M. (2000). Media bias in presidential elections: A meta-analysis. Journal of Communication, 50(4), 133-156.

DDTC News. (2023, 3 Februari). Rasio utang pemerintah capai 39,57% PDB, Sri Mulyani yakinkan aman. DDTC News. https://news.ddtc.co.id/rasio-utang-pemerintah-capai-3957-pdb-sri-mulyani-yakinkan-aman-45435

Detik News. (2022, 3 Agustus). Indonesia menuju krisis ekonomi Sri Lanka? Detik News. https://news.detik.com/kolom/d-6213556/indonesia-menuju-krisis-ekonomi-sri-lanka

Druckman, J. N., & Nelson, K. R. (2003). Framing and deliberation: How citizens' conversations limit elite influence. American Journal of Political Science, 47(4), 729-745.

Entman, R. M. (1993). Framing: Toward clarification of a fractured paradigm. Journal of Communication, 43(4), 51-58.

Entman, R. M. (2010). Framing bias: Media in the distribution of power. Journal of Communication, 57(1), 163-173.

Goffman, E. (1974). Frame analysis: An essay on the organization of experience. New York, NY: Harper & Row.

Gramsci, A. (1999). Selections from the prison notebooks. London: Electric Book Company.

Hallin, D. C., & Mancini, P. (2004). Comparing media systems: Three models of media and politics. Cambridge University Press.

Harthanti, D., & Nuryana, N. (2018). Pengaruh IMF dalam pengambilan kebijakan ekonomi-politik Indonesia pada masa pemerintahan Orde Baru (1967-1974). Historis: Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 3(1), 21-29.

Herman, E. S., & Chomsky, N. (1988). Manufacturing consent: The political economy of the mass media. New York: Pantheon Books.

Herman, E. S., & Chomsky, N. (2002). Manufacturing consent: The political economy of the mass media. Pantheon Books.

InfobankNews. (2023, 15 Mei). Triwulan I-2023 utang luar negeri RI masih Rp5.961,4 triliun. InfobankNews. https://infobanknews.com/triwulan-i-2023-utang-luar-negeri-ri-masih-rp5-9614-triliun/

Iyengar, S. (1994). Is anyone responsible?: How television frames political issues. University of Chicago Press.

Iyengar, S., & Kinder, D. R. (2010). News that matters: Television and American opinion. University of Chicago Press.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2019, 14 November). Presiden Jokowi: Ketersediaan infrastruktur menjadi pondasi Indonesia menuju negara maju. Kementerian PUPR. https://sda.pu.go.id/balai/bwssumatera1/article/presiden-jokowi-ketersediaan-infrastruktur-menjadi-pondasi-indonesia-menuju-negara-maju

McChesney, R. W. (2013). Digital disconnect: How capitalism is turning the internet against democracy. The New Press.

McCombs, M. E., & Shaw, D. L. (1972). The agenda-setting function of mass media. Oxford University Journal, 36(2).

Mosco, V. (2009). The political economy of communication (2nd ed.). London: Sage Publications.

Pan, Z., & Kosicki, G. M. (1993). Framing analysis: An approach to news discourse. Political Communication, 10(1), 55-75.

Patterson, T. E. (2016). News coverage of the 2016 presidential campaign. Shorenstein Center on Media, Politics and Public Policy.

Prior, M. (2013). Media and political polarization. Annual Review of Political Science, 16, 101-127.

Reich, Z. (2011). Source credibility and journalism: Between visceral and discretional judgment. Journalism Practice, 5(1), 51-67.

RM.id. (2024, 5 Oktober). 10 tahun pemerintahan Jokowi, pembangunan infrastruktur dongkrak perekonomian/kesejahteraan masyarakat. RM.id. https://rm.id/baca-berita/nasional/238092/10-tahun-pemerintahan-jokowi-pembangunan-infrastruktur-dongkrak-perekonomiankesejahteraan-masyarakat#google_vignette

Scheufele, D. A., & Tewksbury, D. (2007). Framing, agenda setting, and priming: The evolution of three media effects models. Journal of Communication, 57(1), 9-20.

Shehata, A. (2014). Game frames, issue frames, and mobilization. International Journal of Public Opinion Research, 26(2), 157-177.

Soroka, S. N. (2006). Good news and bad news: Asymmetric responses to economic information. The Journal of Politics, 68(2), 372-385.

Stroud, N. J. (2011). Niche news: The politics of news choice. Oxford University Press.

TopSwara. (2024, 23 Maret). Utang meningkat, kedaulatan negara terancam. TopSwara. https://www.topswara.com/2024/03/utang-meningkat-kedaulatan-negara.html

Waisbord, S. (2013). Vox populista: Medios, periodismo, democracia. Gedisa.

Downloads

Published

2025-05-01

How to Cite

Riyadi, Marsuki, M., & Aziz, S. (2025). Framing Media Dalam Pemberitaan Ekonomi Politik Utang Luar Negeri Indonesia. Journal of Communication Sciences (JCoS), 7(2). https://doi.org/10.55638/jcos.v7i2.1666

Issue

Section

Articles