Mengkontruksi Realitas Ekonomi : Framing Media tentang Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai di Indonesia
Abstract
Artikel ini mengkaji media membingkai pemberitaan tentang kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen di Indonesia dan dampaknya terhadap persepsi public mengenai ketimpangan ekonomi. Artikel ini menngunakan pendekatan analisis framing dari Entman. Hasil analisis menunjukkan bawah ada empat elemen framing Entman terkait isu pemberitaan kenaikan PPN di Indonesia Dimana elemen tersebut adalah problem definition yang diungkapkan oleh Kompas.com adalah kenaikan PPN menjadi 12 persen akan melemahkan daya beli Masyarakat selanjutnya diagnose cause yang diungkapkan oleh Kompas.com yaitu naiknya PPN menjadi 12 persen untuk menjaga Kesehatan anggaran Anggaran Belanja Negara (APBN). Make moral judgement yang disorot oleh Kompas.com melalui pemberitaan mengenai perbandingan PPN di Negara lain utamanya negara ASEAN dengan PPN yang ada di Indonesia. Treatment recommendation diliput oleh Kompas.com adalah Solusi mengenai kenaikan PPN 12 persen yang diungkapkan oleh pemerintah dengan bantuan sosialnya (BANSOS) dan rekomendasi dari non pemerintah dengan menggunakan strategi lain dalam meningkatkan anggaran pendapatan selain menaikkan PPN yaitu dengan memberantas korupsi dan mengoptimalkan sumber pajak lain seperti pajak karbon.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Journal of Communication Sciences (JCoS)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
-
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
-
NonCommercial — You may not use the material for commercial purposes.

