KEHORMATAN SEBAGAI PERTUNJUKAN: KAJIAN KRIMINOLOGIS TENTANG RITUAL, SIMBOL, DAN KEKERASAN BERBASIS GENDER DALAM FENOMENA HONOR KILLING
Keywords:
Honor Killing; Kehormatan; Kekerasan berbasis gender; Kriminologi budaya; Simbol.Abstract
Honor killing sebagai ekspresi performatif dari sistem moral yang menempatkan kehormatan sebagai nilai publik. Kehormatan berfungsi sebagai mekanisme simbolik yang mengatur perilaku sosial melalui pengakuan kolektif dan tekanan reputasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme performatif kehormatan dalam struktur sosial yang menjadikan kekerasan terhadap perempuan sebagai sarana legitimasi moral, serta menelaah hubungan antara simbol, gender, dan kekuasaan dalam reproduksi kekerasan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan konseptual-analitis, memadukan teori kriminologi budaya, interaksionisme simbolik, teori feminis, dan teori ritual sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa honor killing berfungsi sebagai ritus pemulihan moral yang mengembalikan keseimbangan simbolik ketika nilai kesopanan dianggap tercemar. Tubuh perempuan menjadi arena utama di mana patriarki memproduksi dan mempertahankan kekuasaan melalui simbol kehormatan. Kekerasan terhadap perempuan memperoleh legitimasi karena dipersepsikan sebagai tindakan moral yang memulihkan reputasi keluarga. Temuan ini menegaskan perlunya pembacaan kriminologis yang menempatkan kekerasan sebagai komunikasi sosial dan bukan semata pelanggaran hukum. Perspektif tersebut memperluas cakrawala kriminologi menuju analisis simbolik yang mampu menjelaskan bagaimana moralitas kolektif dapat bertransformasi menjadi sumber kekerasan yang dilegitimasi secara sosial.Downloads
Published
2025-11-04
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Kajian Eksekusi Madani Indonesia Hukum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



